Advertisement here

6 Penyebab Utama Wirausahawan Gagal Berbisnis


Image source: Freepik.com


Memilih untuk menjadi wirausahawan adalah salah satu keputusan hidup yang sangat berat. Kenapa? Karena tidak banyak orang yang berani mengambil jalur ini karena banyaknya tantangan dan resiko yang harus mereka hadapi. Kebanyakan lebih memilih jalur umum, yakni bekerja di sebuah perusahaan dengan tunjangan maksimal, tentunya lebih aman, nyaman, dan minim resiko. 


Remy, 30 tahun, mengaku memilih untuk menjadi wirausahawan setelah bekerja di sebuah perusahaan konsultan marketing selama 8,5 tahun. Fleksibilitas dalam mengatur waktu bekerja dan iming-iming hitungan keuntungan yang lebih besar membuatnya teguh untuk megambil jalur ini. 


Ketika sudah memilih jalur ini, tentu banyak sekali tantangannya. Banyak pebisnis yang cerdas secara akademis tapi ketika dihadapkan pada masalah-masalah seputar bisnis, mereka kebingungan dan tidak dapat mengambil keputusan yang tepat. Akibatnya, bisnis berjalan tidak sesuai rencana, pemakaian anggaran yang berlebihan, arus kas berantakan, dan lain-lain. 


Kembali ke cerita Remy, ia pun mengakui di 2 tahun pertamanya sebagai wirausahawan merupakan masa-masa yang berat. Banyak penyesuaian yang harus dilakukan olehnya. Dari yang tadinya mendapat pemasukan lancar tiap bulan menjadi naik turun tergantung banyaknya job yang datang. Belum lagi urusan biaya operasional bulanan. Remy harus menghitung dengan cermat penggunaan anggaran perusahaannya agar keuangan perusahaan tetap sehat.


Ada banyak faktor yang mempengaruhi sukses atau tidaknya seorang pebisnis. Menurut konsultan kewirausahaan Nelli Akalp, ada enam alasan yang menyebabkan seorang wirausaha gagal menjalankan bisnisnya.

Tidak memiliki passion dalam menjalankan bisnis

Passion atau minat berbisnis adalah faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan seorang wirausahawan. Minat di sini terkait dengan minat untuk mengelola bisnis. Banyak orang yang menjalankan bisnis pribadi di bidang yang diminatinya, namun ia tidak memiliki minat dalam hal pengelolaan bisnis dengan baik. Mengelola bisnis mencakup penetapan strategi penjualan, pembentukan kesepakatan dengan pelanggan, pemilihan partner bisnis, dan lain sebagainya. 


Image source: Freepik.com


Pro-tips:

Memilih partner yang tepat dapat membantumu mengatasi hal ini. Pastikan partner bisnismu memiliki skill dan karakter yang bisa melengkapi skill dan karaktermu.

Misalnya kamu sebagai orang yang kreatif dan senang mengeluarkan ide-ide seru, kamu paling alergi dengan yang namanya angka dan tabel excel, maka  carilah partner yang teliti dan memiliki background di sekitar angka-angka, misalnya temanmu seorang akuntan, administrasi bisnis, atau berlatar belakang manajer investasi.

Tidak bisa bekerja tanpa pedoman atau perintah

Salah satu hal yang unik dalam memulai bisnis pribadi adalah ketiadaan suatu SOP atau Standard Operating Procedure alias tata laksana operasional perusahaan. 

Tidak ada pedoman tertulis yang memaparkan cara-cara berwirausaha yang baik. Tidak pula ada atasan yang memberikan perintah tentang apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan. Wirausahawan harus memiki sifat percaya diri dalam pengambilan keputusan, tanpa instruksi.


Pro-tips:

Tiru dan amati bagaimana perusahaan sejenis membuat panduan untuk perusahaan mereka. Caranya, cukup search di Google misalnya menggunakan keyword "system operating procedure template" nanti mesin pencari akan mengeluarkan beberapa hasil dan pilihlah yang terbaik. Baca lalu modifikasi sesuai dengan keinginanmu karena biar bagaimanapun, kamulah pemilik bisnis ini, sehingga kamu yang lebih tahu proses-proses mana yang membutuhkan extra perhatian dan mana yang tidak. Misalnya kembali ke kasus Remy, sebagai perusahaan penyedia jasa konsultan marketing, hal paling utama adalah kepercayaan dari para klien-nya, oleh karenanya Remy harus membuat detil prosedur dalam hal penyampaian pekerjaan mulai dari format, tenggat waktu, dan hal-hal apa saja yang harus disampaikan dalam laporan atau proposal.

Takut gagal

Ketakutan terhadap kegagalan justru akan lebih menggiring seseorang menuju kegagalan itu sendiri. Pebisnis yang sukses bukanlah pebisnis yang takut gagal, tapi mampu memetik hikmah dari kegagalan yang dihadapinya. Salah mengambil keputusan bisnis bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Look at the bright side. Pandanglah kegagalan sebagai sesuatu yang berguna untuk langkah yang akan diambil di masa depan.



Pro-tips:

Salah satu buku terlaris berjudul "Chicken Soup" asal Amerika, selalu menyajikan kompilasi cerita-cerita inspiratif dari berbagai belahan dunia dan dari berbagai latar belakang. Misalnya saja Chicken Soup for Teenage's Soul untuk anak remaja, Chicken Soup for Couple's Soul untuk para pasangan. Kamu cukup cari buku "Chicken Soup for Entrepreneur's Soul" dan temukan cerita inspiratif yang membuatmu sadar bahwa kamu tidak sendirian menjalani ini.

Terlalu sibuk dengan hal-hal yang kurang mendesak

Surat elektronik, panggilan telepon, dan notifikasi media sosial adalah hal-hal yang tidak mendesak namun sering menyita waktu dan perhatian wirausahawan. Hal semacam ini membuat kerja menjadi tidak produktif. Wirausahawan yang baik dapat menyusun skala prioritas tentang mana yang harus penting dan mendesak, serta mana yang penting namun dapat menunggu.


Pro-tips:

Ada sebuah metode bernama “Eisenhower Matrix” yang dapat membuat wirausahawan bisa mengatur prioritasnya menjadi lebih baik lagi. Eisenhower Matrix membagi beberapa pekerjaan atau “to-do list” ke dalam kelompok-kelompok, yakni Do First, Schedule, Delegate, dan terakhir Don’t Do. 


Image source: eisenhower.me


Terlalu lama pulih dari kekecewaan

Memulai bisnis sendiri seringkali berhubungan dengan penolakan dari pihak calon buyer terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Belum lagi adanya penolakan investor untuk menginvestasikan uangnya untuk tambahan modal. Secara psikologis, penolakan semacam ini akan berdampak pada suasana hati dan semangat wirausahawan. Namun, sebagai wirausahawan tidak boleh berlama-lama kecewa. Ia harus mampu melihat penolakan sebagai sarana pembelajaran dalam berbisnis pribadi.


Pro-tips:

Daripada berlama-lama kecewa, ada baiknya dibuat list feedback dari para buyer atau klien bisnis anda, misalnya apakah mereka menolak karena merasa service yang diberikan kurang baik, atau karena harganya terlalu mahal dan tidak bersaing, atau memang karena saat ini mereka belum butuh untuk menggunakan jasa atau produk anda. Data mengenai feedback dari para klien dan calon klien ini akan membantumu dalam merumuskan langkah yang selanjutnya.

Hanya fokus pada produk atau jasa yang ditawarkan

Melakukan inovasi terhadap produk dan jasa memang penting. Namun, yang tidak kalah penting adalah kepuasan buyer atau klien sebelum dan sesudah transaksi dengan perusahaanmu. Wirausahawan yang baik tidak hanya pandai mengembangkan produk dan jasanya, tapi juga mampu menganalisis apa yang diinginkan buyer atau kliennya, bagaimana bisnisnya bisa memenuhi kebutuhan buyer, dan bagaimana ia bisa bersaing dengan kompetitor produk sejenis.


Pro-tips:


Gunakan bantuan tools atau perangkat seperti Google Trends untuk menganalisa tentang permintaan akan produk atau jasa anda, serta mencari peluang lain yang bisa digarap. Social media juga bisa digunakan menjadi alat untuk membantu melakukan analisa produk atau jasa yang sedang banyak dicari. 


Demikianlah beberapa ulasan kami tentang kegagalan wirausahawan dalam berbisnis beserta tips untuk menghadapinya. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan semangat ya! 


Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here